Tampilkan postingan dengan label Ramadhan 2016. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ramadhan 2016. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Juni 2016

¤ Mari Raih Keutamaan Lailatul Qadar di Bulan Ramadhan ¤


Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur’an pada lailatul qadar (qadr). Dan tahukah engkau apa lailatul qadr itu? Lailatul qodr adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Turun para malaikat dan Jibril pada malam itu dengan izin Rabb mereka untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh dengan keselamatan sampai terbit fajar.”

 (QS. Al-Qadr: 1-5)

Surat Al-Qadr adalah satu surat penuh yang berbicara tentang kemuliaan lailatul qadr, diantara kemuliaannya yang dijelaskan dalam surat yang mulia ini:

1) Malam Yang Penuh Berkah

Lailatul qadr adalah malam yang penuh dengan kebaikan-kebaikan yang melimpah, malam yang penuh dengan ketenangan dan keselamatan, malam yang dimuliakan dengan turunnya Al-Qur’an.

2) Nilai Amal Shalih Dilipatgandakan Menjadi Lebih Baik dari Amalan 1.000 Bulan

Asy-Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di rahimahullah berkata, “Amalan yang dilakukan ketika lailatul qadr lebih baik dari amalan selama seribu bulan tanpa lailatul qadr.” (Tafsir As-Sa’di, hal. 931)

Saudaraku se iman….. Inilah keutamaan yang besar dari lailatul qadr, sehingga banyak orang yang berlomba-lomba untuk mendapatkannya.

"SEPELE, TAPI MARI BUKTIKAN KEBENARANNYA"


1)- Ketika kita mengeluh :
“Ah mana mungkin…. : .
”✅Allah menjawab :
“Jika AKU menghendaki, cukup Aku berkata“Jadi”, maka jadilah (QS. Yasin ; 82)

2)- Ketika kita mengeluh :
“Wah, letih sekali….
”✅Allah menjawab :
“…dan KAMI jadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS.An- Naba :9)

3)- Ketika kita mengeluh :
“Berat sekali ya, gak sanggup rasanya…
”✅Allah menjawab :
“AKU tidak membebani seseorang, melainkan sesuai dgn kesanggupan.” (QS. Al-Baqarah : 286)

4)- Ketika kita mengeluh :
“Stress nich, bingung?!
” ✅Allah menjawab :
“Hanya dengan mengingatKu hati akan menjadi tenang”. (QS. Ar-Ra’d :28)

5)- Ketika kita mengeluh :
“Yah, ini mah bakal sia-sia..deh! ” ✅Allah menjawab :
”Siapa yg mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarahpun, niscaya ia akan melihat balasannya”. (QS. Al- Zalzalah :7)

6)- Ketika kita mengeluh :
“saya sendirian, gak ada seorgpun yang mau membantu…
”✅ Allah menjawab :
“Berdoalah (mintalah) kepadaKU, niscaya Aku kabulkan untukmu”. (QS. Al-Mukmin :60)

7)- Ketika kita mengeluh :
“Sedih sekali rasanya…
”✅Allah menjawab :
“La Tahzan,..Innallaha Ma’ana... Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita:. (QS. At-Taubah :40)

8)- Ketika kita mengeluh :
“Ampun..susah banget ini kerjaan…
”✅Allah menjawab : “sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (QS. Al-Insyirah:6-7).

Semoga semua yg kita lakukan pada hr ini bernilai ibadah...
Semoga hari-hari ini adalah hari yang penuh barokah buat kita... amiiin

Kamis, 23 Juni 2016

¤ Mau Mati Banyak Dosa, Maka Bertaubatlah Segera ¤

Manusia tidak lepas dari kesalahan, besar maupun kecil, disadari dan disengaja maupun tanpa disengaja. Apalagi jika hawa nafsu mendominasi jiwa, maka ia akan menjadi bulan-bulanan berbuat kemaksiatan.

Penyebab itu semua adalah belum tersampaikannya ilmu dien (agama) atau ketaatan ibadah kita tidak membekas dalam diri dikarenakan nafsu sudah mendominasi jiwa kita. Jadi, peringatan dien akhirnya diabaikan seolah tidak memiliki nilai yang berarti.

Rasulullah bersabda, “Setiap anak adam (manusia) berbuat kesalahan, dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah yang bertaubat”. (HR. At-Tarmidzi)

Dalam hadist lainnya disebutkan, “Seandainya hamba-hamba Allah tidak ada yang berbuat dosa, tentulah Allah akan menciptakan makhluk lain yang berbuat dosa kemudian mengampuni mereka”. (HR. Al-Hakim)

Senin, 20 Juni 2016

Jangan Mudah Menerima Berita Media

Lakukanlah tabayyun, kroscek atau carilah kejelesan terhadap berita-berita media, jangan terima mentah-mentah begitu saja. Apalagi media yang ada saat ini cuma cari tenar dan sensasi.

Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al Hujurat: 6).

Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim berkata, “Allah Ta’ala memerintahkan untuk melakukan kroscek terhadap berita dari orang fasik. Karena boleh jadi berita yang tersebar adalah berita dusta atau keliru.”

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di saat menerangkan ayat di atas, beliau berkata, “Termasuk adab bagi orang yang cerdas yaitu setiap berita yang datang dari orang kafir hendaknya dicek terlebih dahulu, tidak diterima mentah-mentah. Sikap asal-asalan menerima amatlah berbahaya dan dapat menjerumuskan dalam dosa. Jika diterima mentah-mentah, itu sama saja menyamakan dengan berita dari orang yang jujur dan adil. Ini dapat membuat rusaknya jiwa dan harta tanpa jalan yang benar. Gara-gara berita yang asal-asalan diterima akhirnya menjadi penyesalan.

Sekali lagi untuk berita dari orang fasik, hendaklah benar-benar dilakukan kroscek dan cari kejelasan. Jika sudah dapat bukti akan benarnya berita tersebut, baru boleh diterima. Jika terbukti dusta, maka jelas harus didustakan dan tidak boleh diamalkan.”
As Sa’di menyatakan lagi selanjutnya, “Ayat tersebut juga jadi dalil bahwa berita dari orang yang jujur itu diterima. Sedangkan berita dari orang yang berdusta, tertolak. Sehingga berita dari orang fasik, maka didiamkan. Oleh karenanya salaf tetap masih menerima riwayat dari orang Khawarij yang terkenal jujur walau ia fasik.” Demikian disebutkan oleh Syaikh dalam Taisir Al Karimir Rahman.

Sikapilah berita yang ada dengan cermat di berbagai media yang ada di internet, TV dan radio. Berita-berita yang ada bukanlah dari orang yang jujur, namun dari orang yang ingin cari ketenaran, ingin ratingnya naik, ingin buat sensasi dan ada yang maksudnya demi mendapat penghasilan semata. Tugas kita harus pandai-pandai mengkroscek dan mencari kebenaran suatu berita tidak memasukkan dalam telinga begitu saja atau bahkan dengan mudahnya disebar pada yang lain.

Hanya Allah yang memberi taufik.

Disusun @ Banjarmasin, Kalsel, 09 Sya’ban 1435 H

Akhukum fillah: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Rumaysho.Com

Ramadhan adalah Bulan Tegaknya Dien Allah Ta'ala


Jika kita mendengar kata Ramadhan, lantas apa yang terlintas dibenak kita ketika mendengar atau membaca kata Ramadhan?

Sahur? Menahan lapar dan dahaga disiang hari? Buka bersama (bukber)? Diam dirumah sepanjang hari? Atau berleha-leha bahkan tidur-tiduran sepanjang siang hari? Kalau hanya sebatas itu, tentu saja kita akan tergolong orang yang merugi di bulan Ramadhan seperti sekarang ini.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Suatu saat nanti, orang yang berpuasa tidak akan mendapat apa-apa selain lapar dan dahaga saja; dan orang yang berdiri untuk sholat malam, tidak akan mendapat apa-apa selain rasa kantuk saja”. (HR. An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Al-Hakim)

Tahukah kita, bahwa sesungguhnya Ramadhan dimata orang beriman bukanlah waktu untuk bersantai-santai ataupun malas-malasan. Tapi Ramadhan dimata orang yang imannya benar adalah waktu yang tepat untuk menguatkan tali ketaatan dan kecintaannya kepada Allah Ta’ala, yaitu dengan menegakkan Dien Allah ta'ala dan ketundukan serta ketaatan itu hanya untuk Allah semata.

Sabtu, 11 Juni 2016

JIKA KITA ENGGAN MEMAAFKAN MAKA ALLAH TIDAK AKAN PERNAH MEMAAFKAN KITA

 بسم الله الرحمن الرحيم     

  اسلا م عليكم ورحمة الله وبركا ته......

Memang,  melupakan sekaligus memaafkan  kesalahan orang lain termasuk  perbuatan yang sangat berat. Seolah-olah pekerjaan memindahkan sebuah gunung  dan  bukit. Apalagi luka yang mereka ukir  di dalam sanubari kita  begitu dalam dan lebar.

Sepertinya  mudah di ucapkan tapi tidak semua orang mampu melakukan dengan ikhlas.Namun kita tetap di tuntut untuk memaafkannya,  terlebih  ketika dia sudah meminta maaf kepada kita .

Mengapa demikian?  Bukankah kita  ketika berbuat salah juga ingin dimaafkan?

Karena itu maafkanlah dia .Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah  bersabda :

“Barangsiapa yang didatangi  saudaranya yang hendak meminta maaf ,hendaklah memaafkannya,apakah ia beradadipihak  yang benar ataukah yang salah, apabila tidak melakukan hal  tersebut (memaafkan) , niscaya tidak akan mendatangi telagaku (di akhirat) (HR Al-Hakim)

“Barangsiapa memaafkan saat dia mampu membalas maka Allah memberinya maaf pada hari kesulitan (HR Ath-Thabrani)

“Barangsiapa senang  melihat bangunannya  dimuliakan, derjatnya di tingkatkan , maka hendaklah dia mengampuni  orang yang bersalah kepadanya, dan menyambung (menghubungi) orang yang pernah  memutuskan hubungannya dengan dia “ (HR Al-Hakim)

“Jika hari kiamat tiba , terdengarlah suara panggilan, “Manakah  orang-orang yang suka mengampuni dosa  sesama manusianya?” Datanglah kamu kepada Tuhan-mu dan terimalah pahala-pahalamu .Dan menjadi hak setiap muslim  jika ia memaafkan kesalahan orang lain untuk masuk surga.” (HR  Adh-Dhahak dari ibnu Abbas Ra)

Fudail bin Iyad berkata : “Jiwa kesatria ialah  memafkan kesalahan-kesalahan saudaranya.”

Anas RA berkata  :

“Ketika Rasulullah shalallahu Alaihi Wassallam  duduk diantara kami, tiba-tiba ia tersenyum  sehingga nampak gigi serinya ,maka umar bertanya :”Apakah yang menyebabkan  tertawamu  Ya Rasulullah ?

”jawab beliau  :

”Ada dua orang  berlutut  di hadapan Tuhan Rabbul Izzati. Lalu yang satu berkata :”Aku menuntut hakku yang dianiaya oleh kawanku itu.

”Maka Allah menyuruh orang yang menganiaya:

”Kembalikan haknya” .Orang itu menjawab :”Tiada sesuatupun hasanahku  (kebaikanku)

”.Maka berkatalah orang yang menuntut itu :”Suruhlah ia menanggung dosaku”.Tiba-tiba Rasulullah shalallahu alaihi wasallam  mencucurkan airmatanya menangis sambil bersabda :” Sesungguhnya hari itu sangat ngeri, hari dimana tiap-tiap orang ingin kalau orang lain menanggung dosanya.

Lalu Allah Ta’ala berfirman kepada yang menuntut :

“Lihatlah keatas kepalamu, perhatikanlah surga-surga itu. Maka ia mengangkat kepalanya lalu berkata :

“Ya Tuhan, aku melihat gedung-gedung dari emas yang bertaburkan mutiara, untuk nabi yang manakah?

”Allah menjawab :”Itu  untuk siapa saja yang membayar harganya.”

Ia bertanya : “Siapakah  yang dapat membayar harganya?

”Allah menjawab :” Engkau mempunyai harganya.”

Ia berkata : “Apakah itu Ya Tuhan?

”Allah menjawab :” Memaafkan kawanmu itu.”

Lansung ia berkata  : “Aku memaafkan dia “Maka Allah berfirman :

”Peganglah tangan kawanmu itu danmasuklah  kalian berdua ke surga

“Kemudian rasulullah membaca  “

Fattaqullaaha wa ashlihuudzaata bainikum ,

sebab Allah memperbaiki (mendamaikan) antara  kaum mukminin dihari kiamat “ (HR Abu ya’la Al Maushili)

Nabi Muhammad Shalallahu bersabda kepada Uqbah  ; “Ya Uqbah  maukah engkau kuberitahukan  tentang akhlak penghuni dunia akhirat yang paling utama? “Apa itu Ya Rasulullah? . “Yaitu  menghubungi orang yang memutuskan hubungan denganmu, memberi orang yang menahan pemberiannya  kepadamu, memaafkan orang-orang yang pernah menganiayamu “ (HR Al-Hakim dari Uqbah bin Amir Al-Juhani )

Sementara itu ,kalau ia belum mau taubat dan minta maaf, maka doakanlah agar suatu saat dia menyadari akan kesalahan yang dia lakukan dan bertaubat atasnya,Kalau kita tidak mau memafkannya sama artinya kita membiarkannya  menanggung dosa dan berjalan menuju  ke  neraka.

Jika demikian alangkah naifnya kelak kita di hadapan  Allah.

Janganlah kita bersikukuh untuk enggan memaafkan oranglain, karena akan menyebabkan dosa kita tidak pernah diampuni oleh NYA.

Bukankah ini merupakan kerugian besar  yang menimpa seseorang?!

“Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu? Dan Allah adalah maha pengampun lagi maha penyayang”. (QS An-Nuur :22)

“Barangsiapa yang tidak mau memberi ampun  kepada orang, maka ia tidak akan di beri ampun “ (HR Ahmad dari Jabir bin Abdullah Ra)

Mari kita belajar dari sifat pemaafnya Allah kepada  para hamba –NYA yang telah membunuh para wali-NYA. 

Sifat pemaaf Rasulullah pada umat yang menyakitinya.

Teladan para sahabat Ra yang  mau berlapang dada kepada saudaranya yang telah menyinggung perasaannya.

Ucapkanlah ucapan kasih sayang  padanya :“Pada hari ini tidak ada cercaan kepada kamu , mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu) ,dan DIA adalah Maha Penyayang diantara Penyayang.”  ( QS Yusuf  ;92)

Inilah ucapan Nabi Yusuf  AS kepada saudaranya  ,ketika mereka minta maaf atas kesalahan yang mereka lakukan di masa lalu

Wallahu a’lam bishawwab

Jumat, 10 Juni 2016

Waktu Terus Berjalan & Usia Semakin Berkurang

Waktu adalah sesuatu yang sangat berarti bagi manusia. Namun pada kenyataannya, ada saat-saat tertentu dimana perjalanan hidup ini terasa sangat berat untuk dilalui, karena adanya tekanan yang terus menerus bergulir, akan tetapi harus mengusahakan bagaimana agar tetap terlihat baik-baik saja.

Tuntutan untuk melakukan segala sesuatu dengan baik dan benar, kemudian persaingan yang tidak pernah selesai untuk mengejar kekayaan dan kasih sayang, serta masih banyak lagi kemunduran dan cobaan yang mengejutkan, yang semuanya dilakukan hanya untuk saling adu kekuatan.

Namun, semua itu terimalah karena masalah adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Selain itu, hargailah bahwa adanya masalah dapat menjaga kewaspadaan kita agar tidak lagi terulang pada kesalahan yang sama. Tetaplah menyibukkan diri dengan melahirkan kebaikan, dan terus berkembang dalam pengetahuan, serta kuatkan iman kita dalam menggunakan kesempatan didalam hidup ini kedepan.

Hidup adalah sebuah rentetan waktu. Dari mulai detik yang sedang kita jalani menuju ke menit dan terus melaju hingga menjadi jam, hari, minggu, bulan, bahkan tahun. Lantas sudah sejauh manakah kita memanfaatkan waktu itu? Sementara, semuanya akan dimintai pertanggung jawaban. Maka merugilah orang-orang yang tidak pandai memanfaatkan waktu yang diberikan Allah kepadanya. Allah Ta’ala berfirman,

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)

Rabu, 08 Juni 2016

Khusu'lah dalam Sholat

إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلَاةِ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنْ الْقُرْآنِ ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ثُمَّارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ افْعَلْ ذَلِكَ فِي صَلَاتِكَ كُلِّهَا“

Jika engkau hendak mengerjakan shalat maka bertakbirlah, lalu bacalah ayat al Quran yang mudah bagimu. Kemudian rukuklah sampai benar-benar rukuk dengan tumakninah, lalu bangkitlah (dari rukuk) hingga engkau berdiri tegak, setelah itu sujudlah hingga benar-benar sujud dengan tumakninah, lalu angkat (kepalamu) untuk duduk sampai benar-benar duduk dengan tumakninah, setelah itu sujudlah sampai benar-benar sujud, Kemudian lakukan seperti itu pada seluruh shalatmu” (HR Bukhari dan Muslim)

Selasa, 07 Juni 2016

Saling Mengunjungi sesama muslim

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya seorang Muslim itu, jika mengunjungi saudaranya, berarti selama itu ia berada di taman surga.” (HR Muslim).

Rasulullah juga pernah bersabda,“Tidaklah seorang Muslim mengunjungi Muslim yang lain pada pagi hari, kecuali seribu malaikat mendoakan dirinya hingga sore hari. Jika ia mengunjungi Muslim yang lain pada siang hari, seribu malaikat akan mendoakannya hingga pagi hari.” (HR at-Tirmidzi).

“Baginda Rasulullah SAW telah memerintahkan kepada kami tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara pula. Beliau memerintahkan kami untuk: menjenguk orang sakit; mengiringi jenazah (ke kuburan); mendoakan orang yang bersin; membenarkan sumpah; menolong orangyang terzalimi; memenuhi undangan; dan menebarkan salam…” (HR al-Baihaqi).

Dari Abu Hurairah, ia berkata :
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia menyakiti tetangganya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 78]

Dari Abu Hurairah, ia berkata :
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah, maka ada seorang penyeru yang menyatakan,"Perbuatanmu sangat baik, begitu pula langkahmu, dan kamu akan menempati rumah di surga”. [HR. Tirmidzi juz 3, hal. 246]

Lebih Bersyukur

Isilah *titik-titik di bawah ini* dan mohon dijawab dengan jujur dan cepat.

1. Allah *menciptakan tertawa* dan
(..........??)

2. Allah itu *mematikan* dan
(............??)

3. Allah itu *menciptakan laki-laki* dan
(............??)

4. Allah itu memberikan *kekayaan* dan
(...........??)

*_Bagaimana jawabanya ?_*

Gampang kan ?

Sebagian besar jawaban ternyata memang benar, tapi hanya untuk point 1-3 saja.
Sedang untuk jawaban No.4
Ternyata mayoritas salah.

*KENAPA ???*
Sekarang mari kita bahas.

Mayoritas kita tentu akan dengan mudah menjawab :
1. Tertawa dan (Menangis)
2. Mematikan dan (Menghidupkan)
3. Laki laki dan (Perempuan)

Tapi bagaimana dengan no.4 ?

Apakah benar jawabannya adalah Kemiskinan..?

Nah untuk mengetahui jawabannya, mari kita lihat rangkaian firman Allah dalam Surah An-Najm ayat 43-45, dan 48, sbb:

*Jawaban no 1*
:ﻭَﺃَﻧَّﻪ ﻫُﻮَ ﺃَﺿْﺤَﻚَ ﻭَﺃَﺑْﻜَﻰ
"dan Dia-lah yang menjadikan orang *tertawa dan menangis.*"
(QS. An-Najm:43)
������

*Jawaban no 2*
:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻣَﺎﺕَ ﻭَﺃَﺣْﻴَﺎ
"dan Dia-lah yang *mematikan dan menghidupkan.*"
(QS. An-Najm:44)
������

*Jawaban no 3*
:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟﺰَّﻭْﺟَﻴْﻦِ ﺍﻟﺬَّﻛَﺮَ ﻭَﺍﻟْﺄُﻧﺜَﻰ
"dan Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan *laki-laki dan perempuan*. "
(QS. An-Najm:45)
������

*Jawaban no 4*
:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻏْﻨَﻰ ﻭَﺃَﻗْﻨَﻰ
"dan Dia-lah yang memberikan *kekayaan dan kecukupan.*"
(QS. An-Najm:48)
✋✋✋

Ternyata jawaban yang no 4 kita sdh berburuk sangka kpd Allah

Sesungguhnya Allah hanya memberikan _*kekayaan dan kecukupan*_ kepada hamba-hamba Nya bukan kemiskinan seperti yang telah kita sangkakan.

استغفرالله العظيم

Ternyata yang *menciptakan kemiskinan* adalah diri kita sendiri. *Kemiskinan itu selalu kita bentuk dalam pola pikir kita*.

Itulah hakikatnya, mengapa orang-orang yang pandai bersyukur walaupun hidup cuma pas-pasan tapi ia tetap bisa tersenyum��?
Karena ia merasa cukup, bukan merasa miskin seperti kebanyakan orang lainnya.

*Semoga kita termasuk dari golongan orang-orang yang selalu merasa cukup dan selalu bersyukur dalam segala hal*.

Aamiin aamiin Ya Robbal Aalamiin

Selamat menunaikan ibadah puasa...
Maaf lahir bathin...☺

Minggu, 05 Juni 2016

Berikut tips lancar jalani puasa Ramadham

Berikut tips lancar jalani puasa Ramadhan yg dishare  dr. Edy Rizal Wahyudi, SpPD, KGer, FINASIM dari Divisi Geriatri Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, memberikan Tips lancar jalani puasa umum untuk seorang berusia lanjut dan juga semua kalangan.

Mudah2an bisa bermanfaat.

1 ● Saat *Sahur* usahakan untuk *membatasi asupan teh dan kopi*  Pasalnya, dua asupan tsb membuat metabolisme berjalan cepat. Sehingga cepat mendatangkan rasa haus meski tak terdehidrasi.

2 ● Sangat *dianjurkan mengonsumsi makanan yang lambat dicerna dan memiliki serat yang tinggi* Contohnya gandum, padi-padian, kacang-kacangan, biji-bijian, nasi merah.

3 ● Saat *Tajjil/Awal berbuka puasa* dianjurkan untuk mengonsumsi *Kurma** karena mengandung gula serat, karbohidrat, kalium dan magnesium. Dengan kurma, kebutuhan nutrisi tubuh yang hilang selama puasa perlahan dipenuhi.

4 ● Mengonsumsi pisang saat *Ifthor/berbuka* sangat baik bagi tubuh Anda, sebab *pisang* merupakan sumber kalium, magnesium dan karbohidrat.

5 ● *Batasi makanan yang digoreng saat berbuka*, karena dapat meningkatkan sel-sel lemak dalam tubuh. Hal ini karena seorang yang sudah di usia lanjut cenderung memiliki keluhan penyakit yang disebabkan lemak, seperti penyakit jantung, cc koroner dan hipertensi.

6 ● *Batasi makanan yang lebih cepat dicerna, seperti gula*. Hal ini bisa cepat mendatangkan rasa haus ditengah Anda menjalani puasa nantinya.

7 ● *Konsumsi Air atau jus buah* antara berbuka puasa dan sebelum tidur. Hal ini bertujuan untuk menyediakan kebutuhan cairan dalam tubuh untuk Anda lancar beraktivitas esok harinya.

8 ● *Hindari terlalu banyak minum Es*, karena memudahkan Anda kenyang. Dimana asupan makanan gizi yang lengkap akan menurun karena tak bisa masuk dalam tubuh.

Selamat menunaikan ibadah Shaum dan ibadah lainnya di bulan Suci  Ramadhan.... *Semoga diberi kelancaran, kesehatan dan khusyu' serta ikhlas menjalankannya, Bertambah Iman Ilmu Amal yg diRidhoi Alloh* ...Aamiin

MARHABAN YAA RAMADHAN...

Marhaban Ya Ramadhan 2016

بِسْــــــــــــــم ِالله ِالرَّحْمَن ِالرَّحِيْــــــــــــــم



 اسلا م عليكم ورحمة الله وبركا ته...



Tak terasa 1 hari lagi ramadhan tiba, hari yang penuh rahmat dan ampunan, hari yang selalu dirindukan para umat muslim...

Hanya dibulan ini terdapat hari yang lebih baik daripada 1000 bulan...

Ya allah, ya rob, pemilik semuanya, izinkan kami menyambut bulan muliamu dengan hati bersih, tiada yang dilukai / melukai, sehingga kami dapat menjalani hari demi hari dengan ikhlas dan ketulusan hanya karena mengharap rahmat dan hidayah dari MU....

*Mohon Мα'αƒ lahir batin, atas segala khilaf baik yang sengaja maupun tidak.


(Abdul Rohman Al-fatie & Keluarga)


مَرْحَباً ياَ شَهْر رَمَضاَن


Jumat, 03 Juni 2016

Trik khatam al-Qur'an di bulan Ramadhan

Ini ada sedikit trik (cara/metode) supaya bisa khatam ngaji (Darus Al-Quran) Selama satu bulan (Bulan Ramadhann) ba'da Sholat 5 waktu. 

*UNTUK SATU KALI KHATAM* :

1. Shalat Subuh 4 halaman
2. Shalat Zhuhur 4 halaman
3. Shalat 'Ashar 4 halaman
4. Shalat Maghrib 4 halaman
5. Shalat 'Isya 4 halaman

*UNTUK DUA KALI KHATAM* :

1. Shalat Subuh 8 halaman
2. Shalat Zhuhur 8 halaman
3. Shalat 'Ashar 8 halaman
4. Shalat Maghrib 8 halaman
5. Shalat 'Isya 8 halaman

*UNTUK TIGA KALI KHATAM* :

1. Shalat Subuh 12 halaman
2. Shalat Zhuhur 12 halaman
3. Shalat 'Ashar 12 halaman
4. Shalat Maghrib 12 halaman
5. Shalat 'Isya 12 halaman

‪#Sebarkan_kebaikan‬, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

*_"Barang siapa menunjukkan satu kebaikan, maka baginya pahala semisal orang yang mengikuti KEBAIKAN tersebut."_*

(HR. Muslim, no. 1893)

Kamis, 02 Juni 2016

Inilah 6 Pesan Rasulullah Saat Menjelang Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan sudah dekat di hati kita. Nah, Dalam rangka menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan ini, yakni bulan yang penuh dengan berkah, di mana sebagai umat muslim kita pastinya bangga menyambut datangnya bulan suci tersebut.

Sementara ibadah yang kita lakukan di bulan suci Ramadhan, Tentunya akan diberkahi dengan pahala yang berlipat ganda.

Maka dari itu, sudah seharusnya kita memiliki persiapan yang sebaik-baiknya. Sehingga nantinya semua ibadah bisa kita tunaikan, layaknya berpuasa, mengerjakan sholat, dan lainnya baik itu ibadah wajib maupun sunah.

Dengan begitu, saat kita menjalankan semua amalan ibadah tersebut, bisa berjalan dengan baik dan istiqomah.Oleh sebab itu, Sudah seharusnya kita mengingat pesan-pesan Rasulullah SAW dari apa yang telah beliau sabdakan.

Karena dengan mengingat beberapa pesan beliau tersebut, kita bisa menanamkan dalam hati dan pikiran tentang apa yang diamalkan kala bulan suci Ramadhan telah tiba.

Hingga akhirnya, keberkahan dan keistimewaan bulan suci Ramadhan bisa kita raih.Dan inilah pesan Rasulullah S.A.W di saat menjelang bulan suci ramadhan, Yang telah dinukil berdasarkan hadits yang diriwayatkan olehI bnu Khuzaimah dari Salman al-Farisi.

Di dalam hadits tersebut menjelaskan bahwa Rasulullah S.A.W sedang bekhutbah  pada akhir bulan Sya’ban, Yang berisi beberapa pesan kepada seluruh umat islam.

Sehingga dari hadits tersebut bisa diambil 6 pesan yang bisa disimpulkan sebagai berikut :

1. Gunakanlah bulan suci Ramadhan dengan sebaik-baiknyaBulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah bagi umat islam. Yang mana pada bulan Ramadhan terdapat satu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan. Yang dimaksud dengan satu malam tersebut adalah malam Lailatul Qodar.

Dan Allah telah mewajibkan umat islam berpuasa di siang hari dan menjadikan Qiyamu lail (shalat terawih) adalah suatu tathawwu’ (sunnah). Dengan demikian, Bahwa di bulan Ramadhan menandakan suatu bulan yang penuhdengan pahala. Oleh karena itu, Hendaknya andabisa memanfaatkan bulan yang penuh berkah inidengan sebaik mungkin.

2. Ingat bahwa Pahala di bulan Ramadhan berlipat gandaBila anda mendekatkan diri kepada Allah dengansuatu kebajikan di bulan ramadhan, Niscaya akan mendapatkan pahala seperti menunaikan ibadah fardhu di bulan yang lain. Dan barang siapa yang menunaikan ibadah fardhu di bulan Ramadhan, Niscaya akan mendapatkan pahala layaknya menunaikan 70 ibadah fardhu di bulan yang lain.

Oleh karena itu, Dapat disimpulkan bahwa pahala di bulan ramadhan sangatlah berlipat ganda.

3. Ingat bahwa bulan Ramadhan bisa melatih kesabaran andaBulan ramadhan adalah bulan yang penuh dengan kesabaran. Dan barang siapa yang sabarpahalanya adalah syurga. Tahukah anda, Bahwa ketika berpuasa di bulan suci Ramadhan, Anda dilatih untuk menghindari makan, minum dan semua yang bisa membatalkan puasa tersebut berdasarkan kurun waktu yang telah ditentukan. Secara tidak langsung anda telah melatih kesabaran dengan mengikuti semua aturan dalam berpuasa. Dan inilah yang menjadikan bulan ramadhan bisa melatih kesabaran dalam diri anda.

4. Belajarlah bersimpati kepada orang lainSaling bersimpati kepada orang lain, Itulah salah satu pesan rasulullah kepada umat islam. Yang mana seperti anjuran Rasulullah S.A.W untuk memberi makan ketika berbuka puasa meskipun hanya sebiji kurma, dan seisap air susu. Dan barang siapa yang memberi makan untuk berbuka kepada orang lain, Maka pahalanya seperti puasanya orang tersebut. Dengan demikian rasa bersimpati antar sesama akan tumbuh dan menjadikan seseorang akan memiliki rasa peduli yang tinggi.

5. Meningkatkan amal sholihBulan suci Ramadhan adalah bulan rahmat, Yang mana pada sepuluh hari pertama di bulan tersebut adalah bulan yang penuh rahmat. Dengan adanya hal demikian, Maka hendaknya perbanyaklah amal sholih layaknya berbakti kepada orang tua, saling menolong antar sesama, bertutur santun dan lainnya, Agar anda selalu mendapatkan rahmat dari Allah SWT.

6. Memperbanyak berdoa dan meminta ampunanDi sepuluh Pertengahan bulan suci Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan ampunan, Dan di sepuluh terakhirnya adalah terbebas dari api neraka. Maka dari situ anda bisa memperbanyakdo’a dan ampunan kepada Allah SWT.  Di dalam bulan suci Ramadhan, Hendaknya memperbanyak kalimat thoyyibah, istighfar dan berdoa kepada Allah agar dimasukkan surgaNya,Serta memohon perlindungan dari api neraka.

Minggu, 29 Mei 2016

Sabar Tidak Ada Batasnya

Hakikatnya, kesabaran itu tidak memiliki batas sebagaimana ganjaran yang Allah sediakan bagi mereka yang bersabar pun tidak memiliki batas.Allah berfirman

,إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)

Ibnu Al-Jauzi mengatakan dalamTashil li Ulumi At-Tanzil, “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. Ayat ini dapat ditafsirkan dengan dua makna. Pertama, orang yang sabar akan mendapatkan balasan pahala atas kesabarannya dan Allah tidak menghisab amalannya. Mereka inilah yang dijanjikan masuk surga tanpa hisab.

Kedua, balasan orang yang melakukan kesabaran itu tidak terbatas, lebih banyak dari apa yang diperhitungkan dan lebih besar daripada apa yang ditakar di mizan pahala, inilah pendapat mayoritas ulama.Sabar adalah amalan yang agung, sampai-sampai Allah katakan bahwasanya Dia bersama orang yang sabar.

وَاصْبِرُوا إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِين

Dan bersabarlah! Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal:46)

Dari ayat ini dapat kita katakan, ketika kita memilih untuk tidak bersabar berarti kita telah memilih untuk melepaskan kebersamaan Allah berupa rahmat dan perlindungan-Nya.Dengan kesabaran pun Allah akan mengangkat seseorang menjadi pemimpin umat, panutan, dan kedudukan yang mulia. Allah berfirman,

وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِئَايَاتِنَا يُوقِنُون

َ“Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kamiketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (QS. As-Sajdah: 24)

Demikian besar rahmat dan ganjaran yang Allah berikan bagi orang-orang yang bersabar. Pahala dan keutamaan yang begitu besar ini;ma’iyah(kebersamaan) dari Allah, pahala tanpa batas, kedudukan yang mulia, semestinya menjadikan seseorang berkeinginan kuat dan terpacu untuk mewujudkan hakikat kesabaran itu sendiri, yakni kesabaran yang tiada batas.

Allahu a’lam

¤ Bekal & Persiapan Umat Islam dalam Menghadapi Bulan Ramadhan ¤


Kaum Muslimin yang saya cinta karena Allah Ta’ala, tidak terasa bulan suci, bulan maghfirah (ampunan), bulan yang penuh rahmat, bulan diturunkannya Al-Qur’an, bulan yang didalamnya terdapat lailatul qadr yang dinanti-nantikan, yaitu bulan suci Ramadhan sudah berada didepan mata.

Tak terasa, bulan amalan yang nantinya akan dilipatgandakan tersebut hanya tinggal menunggu hitungan hari menuju bulan mulia ini. Karena kemuliaan dan keutamaan bulan tersebut, maka sudah seharusnya kita sebagai umat Islam mempersiapkan diri dan keluarga kita untuk menghadapinya.

Persiapan disini kami maksudkan bukan hanya menunggu datangnya bulan Ramadhan. Tetapi persiapan disini adalah mempersiapkan bekal yang diperlukan untuk menggapai kesuksesan di bulan Ramadhan. Tujuan mempersiapkan bekal adalah untuk mengoptimalkan taqwa dan kekhusyu’an ibadah pada bulan yang penuh berkah tersebut.

Sekaligus dengan persiapan itu, merupakan bukti kejujuran dan keseriusan kita semua untuk menjalankan ibadah dibulan Ramadhan. Allah Ta’ala berfirman,

وَلَوْ أَرَادُوا الْخُرُوجَ لأعَدُّوا لَهُ عُدَّةً وَلَكِنْ كَرِهَ اللَّهُ انْبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيلَ اقْعُدُوا مَعَ الْقَاعِدِينَ (٤٦)

“Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka. Dan dikatakan kepada mereka: “Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.” (QS. At-Taubah 9 : 46)

Seseorang akan menyesal bila terjun dalam peperangan, tapi tanpa persiapan. Dan seseorang akan menyesal, bila mendapati Ramadhan, tapi tanpa bekal yang mapan.



Kunjungi juga http://manjanik.net

Postingan Unggulan

TEKS MC ACARA HAUL SIMBAH MAD SUWARJAN & JEMINAH

  TEKS MC  ACARA HAUL  SIMBAH MAD SUWARJAN & JEMINAH Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.... الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَرْ...

Artikel Populer